Senin, 26 September 2011

(Seri Perempuan Tangguh) Day 1

Seperti malam-malam sebelumnya, kondisinya masih sama saja. Selang oksigen setia menemani kedua lubang hidungnya bersama deretan obat yang menanti giliran.
Paru-parunya yang terendam air membuatnya sulit untuk bernafas.

Kali ini tiba-tiba ia terbangun dari tidurnya, duduk, lalu meminta kami untuk menuntunnya ke kamar mandi. Ia ingin ke toilet.
Setelah dari toilet pun, ia tidak bisa serta merta langsung pulas tidur.
Ia lelah setelah berjalan 5 langkah pp ranjang - toilet.
Ia harus duduk sejenak, mencari ritme nafas yang sedikit melegakan, baru ia merebahkan tubuhnya.

Namun, tak lama setelah rebah, ia kembali duduk. Ia minta sepotong pisang, seteguk air putih, dan seteguk susu hangat. Ia lapar rupanya.
Sambil ia menikmati susu hangatnya, aku menyetel kaset self healing.

Sebenarnya bukan maksud agar ia melakukan rutinitas self healing, hanya agar musik instrumennya bisa menenangkan dia dan membuat ia bisa tertidur.
Namun bukan tertidur, rupanya 5 menit kemudian, ia melakukan self healing.
Sebuah keinginan besar untuk kembali sembuh muncul, seakan menyemangatinya diam-diam. Memberinya tenaga dan energi untuk bermeditasi. Walau hanya untuk 1 jam saja.
(Ini adalah kedua kalinya terjadi, walau tak berarti setiap aku setel ia pasti self healing.)

Ia bukanlah wanita yang sempurna.
Ia memang pernah putus asa.
Namun ia selalu saja menemukan cara kembali bangkit.
Aku diam-diam mengaguminya...wanita tangguh...

Bersyukurlah jika kau masih bisa membaca ini! God is good, everytime!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar